Kalkulator Reksa Dana & Investasi

Simulasi

Simulasikan pertumbuhan investasi reksa dana Anda. Hitung nilai akhir, total keuntungan, dan pertumbuhan per tahun berdasarkan modal dan estimasi return.

Ditinjau 11 Agu 2026Hitung di perangkat Anda
Metode investasi
Jangka waktu
Hasil diperbarui otomatis saat Anda mengetik

Langkah perhitungan

  1. 01
    Tumbuhkan modal awal
    Rp 10.000.000 × (1 + 10%)^1
  2. 02
    Hitung nilai akhir dan keuntungan
    Rp 11.000.000 − Rp 10.000.000 = Rp 1.000.000

Grafik pertumbuhan

Memuat grafik...

Proyeksi per tahun

TahunModalNilai nominal
Tahun 1Rp 10.000.000Rp 11.000.000

Tabel referensi return historis reksa dana di Indonesia

JenisReturn / tahunRisikoKegunaan
Pasar Uang (RDPU)~ 4% – 6%Sangat rendahDana darurat, < 1 tahun
Pendapatan Tetap (RDPT)~ 6% – 9%Rendah – sedangTarget 1 – 3 tahun
Campuran (RDC)~ 8% – 12%Sedang – tinggiTarget 3 – 5 tahun
Saham (RDS)~ 10% – 15%TinggiJangka > 5 tahun

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa return reksa dana per tahun di Indonesia?

Rata-rata return reksa dana per tahun di Indonesia bervariasi tergantung jenisnya. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) menawarkan return sekitar 4–6% per tahun (sangat stabil), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menawarkan 6–9% per tahun, Reksa Dana Campuran (RDC) berkisar 8–12% per tahun, dan Reksa Dana Saham (RDS) bisa memberikan return 10–15% atau lebih per tahun dengan risiko fluktuasi harga harian yang tinggi.

Lebih baik metode Lump Sum atau DCA (Investasi Rutin)?

Kedua metode memiliki keunggulannya masing-masing. Lump Sum (investasi sekaligus) ideal jika Anda memiliki dana dingin yang besar di awal dan pasar sedang berpotensi tumbuh (bullish), karena dana akan menikmati bunga majemuk maksimal sejak hari pertama. DCA (Dollar Cost Averaging/rutin bulanan) sangat baik untuk menyisihkan gaji berkala, meminimalkan risiko 'salah waktu membeli' (market timing) akibat fluktuasi pasar, dan membangun kebiasaan disiplin berinvestasi.

Apa pengaruh inflasi terhadap nilai investasi kita?

Inflasi secara bertahap mengurangi daya beli uang Anda. Walaupun nominal investasi Anda bertambah di masa depan, nilai riil barang/jasa yang bisa dibeli dengannya akan lebih sedikit dibanding hari ini. Jadi, memilih instrumen investasi dengan potensi return tahunan di atas tingkat inflasi (rata-rata di Indonesia ~3–4%) penting untuk melindungi aset riil Anda dari penurunan daya beli.

Estimasi nilai akhir (nominal)
Rp 11.000.000
Total modal disetorRp 10.000.000
Total keuntunganRp 1.000.000

Lump sum · 1 tahun · return 10%

Cara menggunakan kalkulator

  1. 01
    Pilih metode investasi lump sum atau DCA.
  2. 02
    Masukkan modal awal atau setoran bulanan sesuai metode yang dipilih.
  3. 03
    Isi estimasi return tahunan dan jangka waktu investasi.
  4. 04
    Aktifkan inflasi jika ingin melihat estimasi nilai riil.
  5. 05
    Bandingkan total modal, nilai akhir, keuntungan, dan grafik pertumbuhan.

POJK 15 Tahun 2025 tentang Penilaian Reksa Dana dan Penilaian Manajer Investasi sebagai acuan risiko, imbal hasil, dan transparansi produk

Mode sekaligus: nilai akhir = modal awal × (1 + return tahunan)^tahun. Mode rutin: majemukkan modal awal dan setiap setoran bulanan memakai return bulanan. Keuntungan = nilai akhir − semua setoran. Jika inflasi dipilih, nilai riil = nilai nominal ÷ (1 + inflasi)^tahun. Return dan inflasi dianggap konstan selama simulasi. Setoran rutin dilakukan tepat waktu tanpa biaya transaksi atau pajak.

Yang tidak dihitung di sini

Return pasar berfluktuasi dan nilai investasi dapat turun. Hasil bukan prediksi, rekomendasi produk, atau jaminan keuntungan.

Catatan perhitungan

Hasil perhitungan adalah simulasi berdasarkan estimasi return konstan dan tidak menjamin hasil investasi sesungguhnya. Return reksa dana berfluktuasi di pasar keuangan. Investasi Sekaligus (Lump Sum) mengasumsikan penempatan dana seluruhnya di awal periode (Tahun 0). Investasi Rutin (DCA - Dollar Cost Averaging) mengasumsikan setoran dilakukan secara konstan setiap awal bulan (bunga majemuk bulanan). Nilai Riil (Disesuaikan Inflasi) menggambarkan daya beli hasil investasi dengan rumus: Nilai Riil = Nilai Nominal / (1 + inflasi)^n.

Versi rumus INVESTASI-MAJEMUK-1.0 · diverifikasi 11 Agustus 2026 oleh Tim Editorial eKalkulator · peninjauan berikutnya 11 November 2026. Lihat kebijakan perhitungan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah estimasi return tahunan di kalkulator ini dijamin tercapai?

Tidak. Return tahunan adalah asumsi simulasi. Nilai reksa dana bisa naik atau turun mengikuti kinerja portofolio, kondisi pasar, biaya, dan risiko produk.

Apa bedanya mode lump sum dan DCA?

Mode lump sum menempatkan dana sekaligus di awal periode. Mode DCA menghitung setoran rutin bulanan pada awal bulan, sehingga cocok untuk simulasi investasi berkala.

Mengapa ada opsi inflasi?

Inflasi dipakai untuk memperkirakan nilai riil hasil investasi. Nilai nominal bisa terlihat naik, tetapi daya belinya bisa lebih rendah setelah disesuaikan dengan inflasi.

Apakah kalkulator ini memilihkan jenis reksa dana tertentu?

Tidak. Kalkulator ini hanya menghitung simulasi matematis. Pemilihan produk tetap perlu melihat profil risiko, prospektus, fund fact sheet, biaya, dan kinerja historis masing-masing produk.

Estimasi nilai akhir (nominal)
Rp 11.000.000